menu utama Profile stikes Sistem akademik Mahasiswa Alumni akses email web Buku tamu

SMP Ya BAKII 1 Kesugihan

Jl. Raya Kesugihan No.135 Kesugihan
Cilacap - Jawa Tengah
Telp: (0282) 695134
Email: info@smpyabakii1-clp.sch.id

SMP YA BAKII 1 KESUGIHAN MENERIMA PENDAFTARAN SISWA BARU TH 2010/2011 Post : 26 May 2010 - 07:38 am  
RONALDO, SANG FENOMENA
Update: 19 April 2008 - 01:24 am | Author: boled

RONALDO, SANG FENOMENA

Bagi yang gemar olah raga sepakbola, nama Ronaldo tentu sudah tidak asing lagi, malah mungkin sudah menjadi idola. Mari kita kenal lebih jauh bintang sepakbola yang kemarin baru dianugerahi Gold Football 2002.

Ronaldo lahir pada tanggal 22 September 1976 di Bento Ribeiro. daerah pinggirannya kota Rio de Janeiro. Berkat jasa seorang dokter bernama Ronaldo Valente yang membantu kelahirannya maka akhirnya sang bayi pun dinamai sama sebagai rasa terima kasih. Sejak kecil memang Ronaldo sudah menunjukan bakatnya sebagai anak yang aktif dan lincah, mengalahkan kemampuan bicaranya yang baru bisa dia lakukan waktu berumur 3 tahun. Di usia yang sama Ronaldo kecil melihat untuk pertama kalinya sang ayah bermain sepak bola, dan saat itu pula minatnya untuk bermain bola mulai tertancap. Pada tahun 1988, Ronaldo bergabung dengan klub Tennis Club Valqueire yang mengajarinya untuk bermain futebol de salao, sebuah permainan bola dengan menggunakan bola yang lebih kecil di ruangan seukuran lapangan basket. Permainan ini memaksa para pemainnya untuk melatih kontrol kaki, dan juga merupakan salah satu sebab kenapa para pemain asal Brasil selalu lihai memainkan bola. Di sini Ronaldo mulai menunjukkan bakatnya sebagai penyerang dan penghasil gol yang cemerlang dengan keberhasilannya membawa timnya menjuarai turnamen, mengalahkan tim lawan yang lebih tangguh dan kaya.

Di usia 11 tahun, Ronaldo pun mulai melirik ke olah raga yang dipujanya : sepabola ! Ternyata tidak mudah untuk menjadi seorang anggota kesebelasan sebuah klub. Dia sempat ditolak oleh sebuah klub sepak bola kecil hanya karena para anggota tim tidak menyukainya. Sang ibu pun tidak begitu merestui keinginannya menjadi pemain bola, sebaliknya tekun membujuk Ronaldo untuk kembali ke sekolah. Tapi Ronaldo tetap gigih bermain dan bersikeras untuk berkarir di olah raga ini. Keraguan sang ibu mulai sirna ketika Ronaldo mendapat cek pertamanya sebesar $ 7,500 untuk kontraknya dengan klub Sao Cristovao. Kecemerlangannya memainkan bola mengantarkan Ronaldo muda ke sebuah klub besar Cruzeiro dengan bayaran $ 50,000. Di sini dia benar - benar ditempa untuk menjadi pemain bola yang profesional. Untungnya lingkungan di area klub sangat mendukung dirinya apalagi dengan kehadiran sang orang tua yang selalu rajin mengikuti setiap pertandingan yang dia ikuti. Tidak heran kalau prestasi Ronaldo melesat sampai dijuluki pemain berbakat oleh pers lokal.

Di usia 17, tepatnya Desember 1993 Ronaldo mendapat tawaran emas yang selalu dia impi-impikan, yaitu bergabung dengan klub nasional Selecao. Di usia yang sama, Ronaldo masuk ke dalam 22 pemain yang ikut memperjuangkan tim Brasil di Piala Dunia 1994 di AS, walaupun hanya terdaftar sebagai pemain cadangan. Setelah timnya berhasil membawa pulang Piala Dunia, Ronaldo pun siap - siap berpetualang ke Eropa dengan menjadi pemain kontrak untuk klub asal Belanda PSV Eindhoven. Sebetulnya lingkungan di negeri kincir angin ini tidak sehati dengan Ronaldo, mulai dari bahasanya yang sulit, alamnya yang keras ditambah dengan makanannya yang tidak cocok. Satu - satunya yang dia senangi adalah menendang bola. Karena konsentrasinya hanya untuk bola maka tidak heran kalau di hari pertama dia bertanding pun sudah mampu menjebolkan gawang lawan. Puncaknya adalah ketika meraih predikat Pemain Terbaik di Liga Belanda pada usia yang amat muda, 18 tahun! Tapi sayangnya, semua prestasi terbaik itu tidak juga mengantarkan Ronaldo untuk bisa menjadi pemain tim Brasil di Copa America. Bagi Zagalo, pelatih tim Brasil, Ronaldo dinilai belum cukup umur, alias kemudaan.

Bagi seorang pemain bola berbakat ada tiga yang diperlukan untuk mendukung karirnya, yaitu tim yang hebat, kesehatan dan keberuntungan. Sayangnya, di tahun kedua kontraknya dengan PSV, Ronaldo kehilangan ketiga faktor tersebut. Timnya tetap bertengger di posisi ketiga dan lebih celakanya lagi Ronaldo mulai merasakan ketidakberesan pada lutut kanannya. Cedera yang dialaminya adalah akibat kombinasi dari latihan yang terlalu keras dan pertumbuhan badan yang berkembang terlalu cepat. Akibatnya dia harus menjalani operasi lutut dan istirahat total selama beberapa bulan. Lewat sudah Olimpiade Atlanta. Setelah tampil di final Piala Belanda, Ronaldo memutuskan untuk cabut dari PSV dan gabung dengan klub Berca asal Barcelona. Saat itu sebenarnya klub Inter Milan sudah mulai melirik dia, tapi langsung mundur begitu tahu harga tukar seorang Ronaldo adalah $20 juta. Keberuntungan Ronaldo pun mulai datang. Setelah sukses dengan kontrak jutaan dolar lewat klub Berca, produsen sepatu Nike pun menggenjot tarif kontrak untuknya, ditambah sederetan perusahaan yang menyusul ingin mensponsori dirinya. Seakan ingin mengawali lembaran barunya, Ronaldo pun mencukur rambut ikalnya dengan khas, sebuah gaya yang kemudian banyak diikuti oleh anak-anak. Fenomena Ronaldomania pun dimulai.

Setelah mengincar cukup lama akhirnya Inter Milan berhasil memasukkan Ronaldo ke dalam kubu mereka dengan harga kontrak puluhan juta dolar. Di arena Italia, Ronaldo telah menjadi pujaan baru yang selalu ditunggu-tunggu. Sementara di arena bisnis, produk-produk berbau Ronaldo selalu laris di pasaran. Karena semua kondisi sangat mendukung dirinya, tidak heran kalau kemudian Ronaldo bisa berprestasi secemerlang mungkin. Hasilnya sejumlah penghargaan prestise macam Golden Shoe, Golden Ball dan FIFA World Player berhasil dia raih. Puncak kebanggaannya adalah bisa bermain di Piala Dunia 1998 di Perancis buat kubu tim Brasil. Sayangnya dia belum bisa mengantarkan tim Brasil menjadi juara mengalahkan Perancis akibat cedera yang kembali menimpanya. Tapi kali ini tampaknya benar-benar serius sampai-sampai Ronaldo mendapatkan perawatan intensif. Untungnya dia masih bisa membawa tim Brasil menjadi juara di America s Cup. Akhirnya lutut Ronaldo dinyatakan benar-benar mengalami luka serius, dan dokter mengharuskannya untuk istirahat total dari segala aktifitas termasuk bertanding. Walaupun sedih dan kecewa, Ronaldo merasa beruntung karena banyak pihak yang memberikan dukungan kepadanya, termasuk Zidane dan Pele. Dalam masa-masa sulit Ronaldo tetap gigih berlatih keras untuk mengembalikan staminanya. Dan akhirnya segala kerja keras dan pengorbanannya terbayar dengan kemenangan tim Brasil di Piala Dunia 2002 yang sekaligus membuatnya menjadi Best Scorer dengan 8 gol yang diraihnya. Masih di stadion yang sama, Yokohama, Ronaldo berhasil memberikan piala Toyota Cup ke Real Madrid, klub asal Spanyol yang kemudian mengontraknya setelah keluar dari Inter. Puncaknya adalah piala Gold Football 2002 yang kembali dia raih setelah lima tahun sejak pertama kalinya mendapatkan gelar tersebut. Sang Fenomena pun telah kembali !

Sumber : www.R9ronaldo.com

Kembali | Home
Kalender Akademik
PELEPASAN SISWA KELAS IX
29 April 2010 - 10:10 pm

Lainnya...
   Home | Profile |  Galeri | Alumni | Forum Online | Email